Hari ini kali pertama aku mau mengisi konten di blog yang aku buat beberapa hari yang lalu. Entah nantinya akan ada yang baca atau nggak, tapi setidaknya kalau aku sudah punya anak bisa cerita “Nak, dulu waktu mama masih muda sering nulis blog loh”, bukan “Nak, dulu waktu mama masih muda suka stalking sosmed mantan loh, setiap hari lagi.”
Ngomong-ngomong soal stalking, beberapa hari yang lalu aku stalking akun Facebookku yang lama. Kubaca satu demi satu postingan-postingan yang dulu aku buat, setiap postingan kuusahakan mengingat apa alasan aku buat postingan semacam itu, postingan-postingan yang 98% penuh dengan keluhan, cacian, makian, kebencian, hanya “Met malam minggu all” dan “Innalillahi wainnaillahi raji’un” aja yang nggak buruk, sisanya... Jangan ditanya. Ada postingan yang mengeluh tentang makanan di rumah, ada juga postingan yang marah-marah sama teman sendiri dan yang aku ingat waktu itu karena masalah sepele, yang paling parah postingan yang ngatain orang Anj**g. Kalau aku punya anak kayak aku yang dulu, sudah ku kutuk dia. Dan yah, kalau diingat-ingat, dulu aku memang orang yang kasar, suka ngambek, keras kepala, pemarah, pendendam, tidak sopan, buruklah pokoknya. Alhamdulillah sekarang nggak begitu, sekarang jauh lebih baik. Tapi bukan berarti sekarang ini aku orang yang sempurna dan sangat baik, lemah lembut, pendiam, penyabar, ditoyor mau aja, diinjak kakinya diam aja, nggak juga. Intinya lebih baik dari yang dulu.
Yang menarik dan membuatku bingung, apa yang mengubahku? Apa karena umur yang merubahnya? Tapi kalau umur yang merubah sifat dan karakter seseorang, kenapa sampai sekarang masih saja ada orangtua yang kasar? Suka memukul anak atau istrinya? Kenapa masih banyak orang yang saling menyindir di sosial media, padahal mereka sudah berumur? Kenapa juga masih ada orang yang musuh-musuhan karena hal sepele? Kalau umur penentu berubahnya sifat seseorang, kenapa mereka masih saja “buruk”?
Setelah kutelaah, menyusuri kejadian-kejadian dimasalalu, mengingat-ingat kembali hal-hal yang pernah aku alami, akhirnya aku dapat jawabannya, dan ini garis besar dari isi blog ini. Jawabannya pengalaman pahit.
Masa-masa remajaku, tepatnya waktu SMP sampai SMA, banyak sekali pengalaman-pengalaman pahit yang kudapat, tapi nggak akan aku share disini. Dulu, hampir setiap pulang sekolah aku selalu mengurung diri di kamar, nangis, meratapi nasib, sekalipun aku ketawa-ketiwi di sekolah, tapi pas sampai rumah, masuk kamar pasti nangis. Sampai sekarang pun kalau mengingat masa-masa itu pasti nangis sangking pahitnya. Nggak nyangka anak umur belasan tahun bisa ngelewatin ujian hidup sepahit itu. Tapi, ujian itu yang sedikit merubahku. Kejadian-kejadian buruk dan masalah-masalah yang sulit terjadi bersamaan dengan perubahan sifat dan karakterku. Yang awalnya suka memberontak jadi lebih tenang meghadapi sesuatu, yang awalnya negatif thinking lebih dominan dari pada positif thinking sekarang jadi sebaliknya, juga sekarang sedikit lebih sabar, lebih sopan, sedikit lebih religious, dan lain sebagainya. Tetapi dengan hormat saya tekankan, saya tidak mengatakan saya orang yang baik, sama halnya seperti yang saya katakan sebelumnya ya, takutnya kalian cinta lagi, repot nanti. Oke balik lagi, meskipun saat itu aku masih sering mengeluh, kenapa hidupku nggak sebahagia yang lain? Nggak setentram yang lain? Tapi seiring dengan masalah-masalah yang terjadi aku jadi paham, semakin banyak masalah, semakin baik pula kita. Karena setiap masalah, selalu saja ada pembelajaran di dalamnya, yang bisa kita amalkan dalam hidup. Dan sekarang kalau ada masalah, ada sedikit rasa senang dan bangga di hati, dengan harapan dari masalah yang terjadi akan membuatku menjadi a much better person.
Terakhir, buat kalian yang baca sampai habis, nikmati ujian, cobaan, masalah kalian saat ini. Hadapi mereka dengan jiwa, raga, dan fikiran yang positif. Karena solusi dari masalahmu hanya sejauh kepala dan sajadah.
Thanks :)
Salam calon penulis!
Lets do possitif thinks better and faster, jalanani yang buruk dan selipkan kebaikan di sela sela perjalanan buruk itu,���� Im so proud of you��
BalasHapus