Sabtu, 24 Maret 2018

Didikan Ibu yang Tamat SD

Assalamualaikum

Seperti judulnya, latar belakang pendidikan Mamaku hanya tamat SD, tapi beliau punya cara unik dalam mendidik, yaitu selalu menumbuhkan kesadaran. Waktu aku masih SD, Mamak nggak pernah suruh aku belajar. Kenapa? Karena kata beliau “Kalau kamu nggak belajar yang gagal kamu sendiri, yang bodoh ya kamu sendiri, yang kecewa kamu juga yang ngerasain.” Terdengar cuek, seperti tak perduli dengan masa depan anaknya. Tapi, satu hal yang harus kalian tahu, kata-kata itu yang membuat aku selalu dapat peringkat di kelas. Kata-kata itu yang selalu mengajak aku untuk belajar, kata-kata itu yang selalu mengingatkanku bagaimana kecewanya peringkat turun, dan bagaimana bangganya bertahan diperingkat teratas. “Nggak mungkin anak SD bisa dengan mudah termotivasi untuk belajar hanya dengan sebaris kalimat”, mungkin kalian nggak percaya, tapi itulah yang terjadi.

Waktu kelas 1 SMP aku sudah sering membantu bapak mengetik proposal, dan di jaman itu terbilang cukup hebat seusiaku sudah bisa mengoperasikan komputer. Akhirnya karena merasa hebat mengoperasikan komputer, padahal cuma bisa ngetik dan buka file dengan klik dua kali, aku memutuskan untuk menjadi anak IT. Ketika aku meminta pendapat Mamak, beliau bilang “Kamu mau jadi apa itu keputusanmu, karena yang akan jalanin itu kamu.”, terkesan masa bodoh, tetapi inilah yang membuatku selalu bebas berimajinasi, juga bebas ingin kuarahkan kemana masa depanku. Walaupun pilihanku menjadi anak IT akhirnya salah, karena nilai dari semua mata pelajaran hanya pelajaran mengetik saja yang tinggi, tapi tidak apa-apa, karena akhirnya aku tahu bahwa, arahku salah. Dan dari arah yang salah aku belajar, tidak boleh hanya bisa, tapi harus bisa dan suka. Karena suka maka akan tekun, karena tekun maka akan hebat.

Kesimpulannya, aku sangat bangga dididik oleh ibu seperti Mamakku. Dengan sebaris ‘kalimat cuek’ beliau menumbuhkan kesadaranku, kesadaran akan tanggung jawabku sebagai pelajar. Dan dengan sebaris ‘kalimat acuh’, secara tidak langsung beliau mengarahkanku ke arah yang benar. Semakin sering aku salah arah, maka semakin dekat pula aku dengan arah yang benar.

Hanya hal sederhana, melatihku menumbuhkan kesadaran, kesadaran akan tanggung jawab, tanggung jawab akan masa depan, masa depan untuk kebahagiaan.

Hal sederhana, namun luar biasa! Dan aku percaya, ibu-ibu kalian yang latar belakang pendidikannya tidak tinggi pun punya cara yang tak kalah luar biasanya.

Salam anak Mamak!
Salam calon penulis!


Wassalamualaikum.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU KEMBALI KARENA AKU BERANI

Assalamu’alaikum Setelah sekian lama nggak nulis diblog, akhirnya memberanikan diri untuk nulis lagi. Meskipun udah ada beberapa materi yang...