Assalamualaikum
Tadi malam ada kejadian bego yang aku alami, bukan keadaan yang buat aku bego, tapi memang dasarnya aku yang bego. Jadi tadi malam ada kecoa masuk ke kamarku, FYI kecoa adalah salah satu binatang yang paling aku takuti, karena ketakutan akhirnya aku semprot kecoa itu pakai racun serangga sampai racunnya habis. Alhasih kecoanya terbaring lemah, sambil menjerit minta tolong, akhirnya dia mati. Kecoanya mati, tapi aku juga hampir mati karena menghirup racun serangga terlalu banyak. Dampak racun itu buat tangan aku gemetaran, nggak tau sih karena racun atau karena lapar, tapi efek racunnya juga sampai ke kepala. Kepalaku sakit, perutku mual rasanya. Kalau aku tarik nafas rasanya dingin, dingin sekali dan ujung lidahku juga dingin, karena aku makan permen Relaxa, becanda, becanda. Aku juga mulai keringat dingin, mau minta tolong tapi takut disangka lebay. Setiap sudut kamar ku perhatikan dengan seksama, siapa tau ada malaikat pencabut nyawa datang, tapi ternyata nggak ada, di bawah ranjang juga nggak ada. Saat itu aku hanya terus berdo’a, dan difikiranku kalau aku mati sekarang pasti Mamak terpukul sekali. Aku juga sempat berfikir kalau aku mati mungkin aku disangka bunuh diri pakai racun serangga. Tapi, beberapa jam kemudian akhirnya efek-efeknya satu persatu hilang. Alhamdulillah.
Jadi, pelajaran yang bisa dipetik dari cerita diatas adalah jangan pakai racun serangga terlalu banyak kalau tidak mau mati dengan konyol. Jangan!
Beberapa hari yang lalu juga, waktu bersih-bersih rumah pasca banjir, aku terpeleset karena menghindari kepiting yang sebenarnya kepiting itu nggak ada. Ya, aku memang bego. Sebelumnya memang ada kepiting yang masuk ke rumah karena kebawa banjir dan bikin aku parno, makanya waktu ada yang nyentuh kakiku, aku kira itu kepiting yang mau nyapit. Waktu aku terpeleset, lututku bunyi “krekk” dan sakitnya bukan main. Ketika dicek sama tanteku, katanya sarafnya cuma terjepit, jadi nggak apa-apa, tapi tetap aja beberapa hari aku pincang gara-gara kepiting. Bukan deng, karena aku bego.
Untung jatuhnya dilantai biasa, coba kalau di lantai dua dekat tangga, apa nggak patah kaki saya. Sudah patah, keracunan racun serangga lagi.
Pada dasarnya aku memang orang yang kalau takut sama satu hal, pasti over. Kalau lihat kecoa, aku harus pastikan dia mati di depan mataku. Kalau ada anjing di tengah jalan aku rela lewat parit, ini lebay sih. Kalau Bapakku marah, dia belum ngomong aku sudah nangis duluan. Padahal resiko-resikonya ya paling ditempelin sama kecoa, digigit sama anjing, dan diceramahin bapak.
Ini adalah konten ter-tidak-penting sepanjang sejarah, tapi terima kasih sudah baca.
Ingat, jangan semprot racun serangga terlalu banyak!
Salam calon penulis!
Wassalamualaikum.
Tadi malam ada kejadian bego yang aku alami, bukan keadaan yang buat aku bego, tapi memang dasarnya aku yang bego. Jadi tadi malam ada kecoa masuk ke kamarku, FYI kecoa adalah salah satu binatang yang paling aku takuti, karena ketakutan akhirnya aku semprot kecoa itu pakai racun serangga sampai racunnya habis. Alhasih kecoanya terbaring lemah, sambil menjerit minta tolong, akhirnya dia mati. Kecoanya mati, tapi aku juga hampir mati karena menghirup racun serangga terlalu banyak. Dampak racun itu buat tangan aku gemetaran, nggak tau sih karena racun atau karena lapar, tapi efek racunnya juga sampai ke kepala. Kepalaku sakit, perutku mual rasanya. Kalau aku tarik nafas rasanya dingin, dingin sekali dan ujung lidahku juga dingin, karena aku makan permen Relaxa, becanda, becanda. Aku juga mulai keringat dingin, mau minta tolong tapi takut disangka lebay. Setiap sudut kamar ku perhatikan dengan seksama, siapa tau ada malaikat pencabut nyawa datang, tapi ternyata nggak ada, di bawah ranjang juga nggak ada. Saat itu aku hanya terus berdo’a, dan difikiranku kalau aku mati sekarang pasti Mamak terpukul sekali. Aku juga sempat berfikir kalau aku mati mungkin aku disangka bunuh diri pakai racun serangga. Tapi, beberapa jam kemudian akhirnya efek-efeknya satu persatu hilang. Alhamdulillah.
Jadi, pelajaran yang bisa dipetik dari cerita diatas adalah jangan pakai racun serangga terlalu banyak kalau tidak mau mati dengan konyol. Jangan!
![]() |
| Ini bukan iklan |
Untung jatuhnya dilantai biasa, coba kalau di lantai dua dekat tangga, apa nggak patah kaki saya. Sudah patah, keracunan racun serangga lagi.
Pada dasarnya aku memang orang yang kalau takut sama satu hal, pasti over. Kalau lihat kecoa, aku harus pastikan dia mati di depan mataku. Kalau ada anjing di tengah jalan aku rela lewat parit, ini lebay sih. Kalau Bapakku marah, dia belum ngomong aku sudah nangis duluan. Padahal resiko-resikonya ya paling ditempelin sama kecoa, digigit sama anjing, dan diceramahin bapak.
Ini adalah konten ter-tidak-penting sepanjang sejarah, tapi terima kasih sudah baca.
Ingat, jangan semprot racun serangga terlalu banyak!
Salam calon penulis!
Wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar