Minggu, 18 Maret 2018

Kicauan si Anak Rantau

Assalamualaikum

Mungkin salah satu dari kalian yang sedang baca konten ini sama sepertiku, seorang perantau. Aku berasal dari Marangkayu, salah satu kecamatan di kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Sekarang ini aku sedang merantau untuk kuliah di Universitas Mulawarman, jurusan Manajemen. Walaupun merantaunya nggak jauh-jauh banget, masih di provinsi yang sama, tapi tetap saja namanya merantau karena meninggalkan tempat asal. Jauh loh dari Marangkayu ke Samarinda, sekitar 75 km.
Ya, ini pembelaan! FYI, aku pernah merantau sebelumnya, di kota yang sama. Waktu itu aku memutuskan untuk melanjutkan SMA di kota, alasannya sederhana, karena dulu anak kampung sekolah di kota, itu keren. Alhasil si anak kampung yang mencoba keren ini pun minta pindah sekolah lagi di kampung karena mental ceteknya setelah bertahan satu semester.

Sekarang aku memasuki semester kedua perkuliahan, jadi aku merantau baru beberapa bulan. Sejauh ini ada banyak hal berharga yang aku dapat. Bukan hanya sekedar dapat teman baru atau almamater Universitas, tapi lebih ke kekuatan mental, pengalaman, pembelajaran hidup, lebih mengenal diri sendiri, dan sebagainya. Dan akan aku jabarkan satu per satu.

Pertama, setelah merantau aku merasa jauh lebih mandiri, mengerjakan semuanya sendiri. Contoh kecil, kalau seminggu aja nggak cuci baju, besoknya nggak ada pakaian lagi yang bisa dipake. Waktu masih tinggal sama mama, nggak perduli sama pakaian kotor, karena tau-tau besok baju udah kering aja. Kalau lagi sakit, yang dulunya dirawat dan dimanja-manjain, sekarang harus beli obat sendiri, ke puskesmas sendiri, kompres kepala sendiri, sampai sembuh sendiri. Masalah keuangan pun harus diatur, kalau dikasih uang jajan bulanan diatur sebaik munkin supaya cukup untuk satu bulan. Dulunya tau minta aja. Mau ini minta, mau itu minta, mau beli bakso minta, mau beli tas minta, sekarang mau beli cireng aja mikir, kalau beli besok bisa makan nggak yah? Jangankan cireng, dikasih hangsulan permen yang 500 perak dapat tiga aja nolak, karena minta dihangsul uang aja. Oke ini lebay.

Kedua, lebih banyak me time, karena memang banyak waktu yang aku habiskan sendirian. Bukan me time yang traveling atau jalan-jalan menghabiskan uang ya, tapi lebih ke merenung, Merenung tentang bagaimana caraku menyikapi sesuatu selama ini, bagaimana keseriusanku dalam kuliah, bagaimana kedekatanku dengan Tuhan, juga bagaimana kontribusiku untuk diri sendiri dan orang disekitarku. Intinya aku jadi sering introspeksi, lebih fokus untuk memperbaiki diri dan menata masa depan. Masalah agama juga sama, karena merasa sendiri, jauh dari orangtua, jadi merasa tidak ada tempat bergantung kecuali sama Allah SWT.

Ketiga, lebih merasa punya tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab akan impian, cita-cita, kuliah, dan keluarga. Pelan-pelan ku coba untuk melaksanakan tanggungan-tanggungan itu, meskipun masih bingung mulai dari mana. Tapi dengan melakukan hal-hal positif dan tetap optimis ku rasa awal yang baik. Walaupun ketakutan akan tidak tuntasnya semua tanggung jawab itu ada, apalagi sampai detik ini aku masih merasa belum menemukan passion, tapi justru karena ketakutan itu, timbul semangat untuk terus mencari jati diri, menyelesaikan study, mengejar impian, dan meraih cita-cita. Semakin aku takut, maka semakin besar pula semangatku. Dan aku sangat menikmati masa-masa emas ini, mungkin beberapa tahun kedepan ada banyak pembelajaran dan pengalaman lain yang akan aku dapat.

Aku yakin sedikit banyak kalian juga merasakan hal yang sama sepertiku. Walaupun sebenarnya masih banyak yang mau aku jabarkan, tapi sudah kepanjangan. Aku aja nggak yakin kalian baca sampai sini. Terakhir, pesan morilnya adalah “Ubahlah ketakutanmu menjadi semangatmu untuk menaklukkan ketakutan itu.”

Thanks
Salam anak rantau!
Salam calon penulis!

Wassalamualaikum

2 komentar:

  1. jazakillah khoir riska, pesan moril ngena banget, kadang rasa takut kita aja yang berlebih, ternyata eh ternyata kita tetap bisa melewatinya tergantung kita nyikapinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuull.. Makasih sudah mau baca Nada :)

      Hapus

AKU KEMBALI KARENA AKU BERANI

Assalamu’alaikum Setelah sekian lama nggak nulis diblog, akhirnya memberanikan diri untuk nulis lagi. Meskipun udah ada beberapa materi yang...